Tuesday, February 24, 2015
Asal Mula Mitos Orang Hamil Bawa Gunting dan Bumbu Dapur
Friday, January 28, 2011
Modal Kecil, Kerja Santai, Untung Banyak! Mau?
Bisnis ini tidak butuh biaya banyak, sekitar 500 ribu atau kurang. Bahkan hanya sekali karena usaha model ini tidak perlu biaya tambahan. Mungkin sesekali untuk perawatan yang tidak terlalu sering. Operasionalnya pun tidak merepotkan, anda hanya perlu duduk dan menunggu uang mengalir.
Apakah ini seperti bisnis di internet lainnya? atau multilevel marketing? apakah saya sedang mencari member?
Tidak!
Ini adalah bisnis yang nyata. Saya hanya ingin berbagi dan tidak akan meminta sepeserpun keuntungan anda. Bisnis ini tidak butuh internet, semua dilakukan secara offline. Yang anda perlukan adalah keuletan dan kesabaran.
Bisnis ini disebut “Mobile Fishing Pool” atau Kolam Pancing Berjalan. Bingung kan? baca terus!
Yang anda butuhkan adalah :
1. Terpal ukuran 2 x 5m
2. Kayu kiloan
3. Pompa Electric untuk akuarium
4. Ikan Mainan
5. Bola Plastik ukuran kecil (Mainan)
6. Paralon
7. Pancing mainan
Cara pembuatan :
- Bentuklah kayu kiloan menjadi penampang kolam dan jadikan terpal sebagai kolam pancing, tidak usah terlalu dalam. Cukup 15cm dari dasar. Rancanglah rangkaian paralon untuk membentuk air mancur yang digerakan oleh pompa electric. Ini juga berguna sebagai sirkulasi air di kolam anda.
- Isi kolam tersebut dengan ikan-ikan mainan yang sudah ditempeli magnet dan bola-bola sebagai hiasan. (mungkin anda punya kucing di rumah… biarkanlah dia dirumah anda jangan masukan ke dalam kolam!).
Keuntungan :
Modal awal untuk membangun kolam anda tidak lebih dari 500 ribu rupiah. Tetapi keuntungan anda bisa berlipat-lipat. Untuk satu orang anak dikenakan biaya Rp.3000 untuk sekali mancing. Bayangkan berapa keuntungan yang anda dapat dalam 10 tahun.
Kerja anda hanyalah mengawasi anak-anak tersebut barangkali tercebur ke dalam kolam. Bukan takut tenggelam tapi yang harus diwaspadai si anak mengompol di dalam kolam. Juga waspadai orang tua mereka yang kadang mencuri ikan-ikan mainan anda untuk membuka usaha yang sama.
OK. Selamat berkarya!
Monday, January 10, 2011
Makin Banyak Wanita Inggris Menjadi Muslim
Lebih dari 100.000 wanita Inggris kulit putih yang berusia rata-rata 27 tahun memilih menjadi Muslim, angka tersebut dua kali lipat dalam 10 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun karena mereka muak dengan konsumerisme dan imoralitas.
Koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu ini yang ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadi gelombang pada wanita kulit putih muda mengadopsi agama Islam, tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair.
Tahun lalu Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony Blair, menarik perhatian luas ketika ia mengumumkan bahwa ia telah masuk Islam.
Pengamat masalah Islam di Inggris, Hakimul Ikhwan, S.Sos., MA kepada koresponden Antara London, Senin menyebutkan fenomena bertambahnya jumlah Muslim di Inggris, terutama White British ke Islam tidak bisa dilepaskan dari tingginya intensitas dan masifnya publikasi mengenai Islam.
Menurut dosen di Universitas Gajah Mada yang sedang mengambil Phd di Essex University, mengatakan jumlah masyarakat Muslim sejak beberapa dekade terakhir dan semakin meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir.
Hakimul Ikhwan mengatakan menarik untuk melihat alasan sebagian wanita yang convert adalah karena Islam "membebaskan" mereka dari konsumerisme dan immoralitas dengan penggunaan burqah, jilbab, kerudung dan busana muslimah sejenisnya.
Lagi-lagi berbasis spirit demokrasi dan individualitas, wanita berbusana muslimah banyak ditemui di berbagai kota di Inggris. Para immigran bisa dengan bebas berbusana muslimah.
Kondisi ini menyajikan "cermin" bagi wanita Inggris menjawab problem konsumerisme dan kebiasaan pesta di kalangan muda Inggris, ujar sarjana sosiologi UGM Yogjakarta.
Justru diminati
Hakimul mengungkapkan muncul pertanyaan, mengapa Islam yang cenderung tampil dengan wajah negatif (radikal destruktif) justru diminati atau menarik "White British untuk Convert ke Islam" Fenomena ini bisa disebabkan oleh beberapa hal.
Menurut Hakimul Ikhwan, yang sedang melakukan riset S3 nya Islamifikasi di Inggris dan Barat, pertama, prinsip-prinsip Barat yang menekankan pada kreativitas dan kebebasan berfikir individu memungkinkan individu-individu di Inggris untuk mempelajari (mengkaji) lebih dalam mengenai Islam.
Informasi yang sangat luas mengenai Islam bisa didapat melalui internet, ujar dosen sosialogi UGM, menambahkan selain itu, diskursus mengenai Islam dan masyarakat Muslim menjadi topik kajian dan penelitian yang semakin diminati di perguruan tinggi.
Ketika Islam dikaji oleh individu dalam kerangka akademik/ intelektual, maka sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan (scientific Barat) harus mengakses beragam sumber pemikiran (school of thoughts) dan mazhab yang beragam (pros and cons).
Hal ini memungkinkan tampilnya kekayaan tafsir, hikmah (wisdom), dan humanity dalam Islam. Islam yang nonradikal, damai (peaceful), moderat dan pluralis semakin menarik perhatian masyarakat Barat, ujar salah satu pendiri MASIKA ICMI Yogyakarta, dan ketua Indonesian Moslem Association in Nottinghamshire-Leicestershire, UK .
Kecenderungan ketertarikan terhadap Islam yang antikekerasan dan moderat bisa dilihat misalnya dalam wacana dialog multiagama (multi-faiths dialog) serta upaya untuk "mengarusutamakan" (mainstreaming) Islam yang non-Timur Tengah.
Dikatakannya dalam konteks inilah, Indonesia menjadi primadona.
"Wajah Islam Indonesia yang moderat, toleran dan sadar gender, misalnya menjadi "topik" utama yang diangkat oleh mantan PM Tony Blair dan Presiden AS Barrack Obama dalam kunjungan mereka ke Indonesia," ujar Hakimul Ikhwan, yang meraih Master di bidang Politics dan Social Policy di University of Nottingham, Inggeris.
Sebagai bagian dari masyarakat Muslim Indonesia, memiliki kesempatan besar yang luar biasa untuk menjadikan ekspresi Islam Indonesia sebagai "mainstream" atau alternatif dari ekspresi Islam Timur Tengah yaitu Islam adalah satu dalam kaitannya dengan Al-Qur`an, tetapi ekspresinya berbeda-beda di Timur Tengah, India Pakistan dan Indonesia.
Selain faktor publisitas dan discourse Islam yang menguat di tingkat global, faktor lain yang juga sangat menentukan meningkatnya conversion ke Islam di kalangan White British adalah meningkatnya jumlah para imigran Muslim di Inggris seperti dari Pakistan, Turki, Bangladesh, Timur Tengah, dan Asia seperti Indonesia dan Malaysia.
Banyaknya imigran muslim tersebut membuat simbol-simbol Islam tersebar luas dan dapat ditemui di berbagai penjuru kota. Misalnya, Butcher Halal atau halal meat, pizza halal, dan lain sebagainya seperti banyaknya wanita di jalan yang mengenakan jilbab.
Istilah "halal" telah menjadi "ikon" publisitas yang sangat efektif tentang Islam.
Penjualan daging halal di supermarket seperti Tesco, Asda, dan Sainsburry, misalnya, membuat Menteri Pertanian Inggris harus menjelaskan kepada publik tentang pengertian daging halal atau halal meat.
Dalam perkembangannya, halal meat tidak semata soal Islam, tetapi juga soal makanan yang sehat Healthy meat/food, demikian Hakim.
Sumber : Antara
Saturday, January 8, 2011
Waspadai Sadisme di Film Kartun Anak-anak "Tom And Jerry"
Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa meminta para orangtua terutama ibu untuk mewaspadai tayangan-tayangan merusak seperti yang terdapat pada Tom and Jerry atau film lainnya. “Di sejumlah negara Eropa seperti di Perancis sudah didemo besar-besaran, tapi di Indonesia film itu masih beredar luas,” katanya.
Selain itu, ungkap Khafifah yang juga Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan, hal lain yang menghawatirkan terutama bagi kaum perempuan adalah kebebasan informasi dan liberalisasi pemikiran yang menyangkut tiga hal pokok yaitu human right, women right, dan reproduction right. Liberalisasi pemikiran tidak ada lagi batasan dan melanggar nilai dan moralitas.
Dia mencontohkan gaya hidup sebagaian wanita di Indonesia tidak mempersoalkan lagi seks bebas atas dasar suka sama suka. Kebebasan ini, katanya, akan mengarah kepada tindakan pembiasaan aborsi dengan alasan women right dan reproduksi right. “Ironisnya, Amerika yang kerap disebut-sebut sebagai cerminan free seks telah melakukan gerakan kembali ke virginitas,” ujarnya.
Sumber : republika.co.id
Friday, January 7, 2011
Alasan Pria Menggoda Mantannya Lewat Facebook
"Dalam praktek, saya pernah mendengar orang menemukan mantan pacar mereka di Facebook padahal mereka sedang menjalin hubungan serta komitmen dengan orang lain dan beberapa diantara dari mereka memulai untuk menggoda si mantan kembali," ujar sang psikolog.
Banyak buku yang mengungkapkan mengenai alasan seseorang berhubungan kembali dengan mantannya melalui jejaring sosial. Salah satu buku yang mengungkapkan hal tersebut adalah buku 'Lost & Found Lovers: Facts and Fantasies of Rekindled Romance' yang ditulis oleh Nancy Kalish.
Dalam bukunya tersebut, ia menjelaskan bahwa alasan seseorang berhubungan kembali dengan sang mantan adalah karena adanya rasa penasaran terhadap sang mantan. Sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak merasa bersalah saat mencari dan berhubungan kembali dengan mantan pacar. Menurut perkiraan Nancy Kalish, kisah cinta online ini akan menimbulkan risiko besar terhadap hubungan yang sedang terjalin di dunia nyata.
Selain itu, Nancy Kalish juga menjelaskan bahwa kebanyakan orang yang masih berhubungan dan menggoda mantannya, dikarenakan adanya ketidaksiapan mereka untuk berhubungan serius dengan sang kekasih di dunia nyata. Tidak hanya itu, beberapa diantara mereka merasa dengan menggoda sang mantan timbul adanya 'tantangan' yang sudah lama tidak mereka dapatkan.
Saran yang diberikan dari buku tersebut adalah dengan tidak menghubungi kembali mantan pacar Anda. Mengertilah bahwa mantan merupakan bagian dari masa lalu.
Sumber [Wolipop]
Tuesday, July 15, 2008
Kasus Gaby dan Caramel
Namun dari mata awam saya mengatakan, semua ini hanyalah pepesan kosong. Sesuatu yang dibesar-besarkan demi meningkatkan rating acara gosip dan meningkatkan penjualan album dari band yang berada di bawah bendera Nagaswara. Sebuah strategi marketing yang memanfaatkan kebodohan masyarakat yang masih sangat lugu dan mudah terpancing oleh hal-hal klenik.
Sama seperti ketika acara berita di televisi tiba-tiba meningkat ratingnya akibat isu mengenai SMS Layar Merah. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, bila media yang diharapkan justru lebih sering membodohi. Berita yang semestinya konsumsi ibu-ibu rumah tangga kini justru ramai dibicarakan teman-teman saya di kantor. Inikah kemajuan?
Kembali ke kasus Gaby, saya bisa menangkap satu hal yang sangat lucu dalam kasus ini. Bukan kasusnya yang membuat saya lucu, tetapi mereka yang mencari berita tentang kasus ini. Saat ini keyword "kasus Gaby" merupakan kata kunci tertinggi di Google Search. Ini adalah sebuah hal yang ironis. Berita klenik mendapat perhatian khusus bagi para pengguna internet. Ironis bukan?
Yang saya tahu dulu para pencinta klenik dan tahayul adalah orang-orang yang biasanya berkutat dengan primbon, kemenyan dan (maaf) berpendidikan rendah. Kini mereka sudah mampu menggunakan internet yang berarti pendidikan mereka tidaklah rendah. Saya tidak tahu, siapa yang berevolusi? Apakah kaum primbon yang semakin melek teknologi atau kaum intelek yang sekarang melek primbon?
Namun saya tidak terlalu peduli dengan jawabannya, yang jelas kedua-duanya sama bodohnya!
Monday, March 24, 2008
Latah | Budaya nenek moyang kita!

Namun budaya latah bukanlah sifat yang hanya dimiliki oleh perseorangan. Perhatikanlah akhir-akhir ini. Budaya warisan nenek moyang yang dulu hanya dimiliki oleh orang-orang yang sudah uzur atau ibu-ibu yang beranak banyak, kemudian merasuki budaya anak muda pada pertengahan dekade 90-an hingga saat ini. Pada masa-masa itu, sudah menjadi hal yang lumrah bila ada anak muda yang latah. Yang lebih lucunya lagi, kini budaya latah merambah ke lembaga-lembaga dan perusahaan-perusahaan.
Sebut saja dunia televisi. Bila salah satu stasiun sukses menayangkan program tertentu, maka hanya dalam hitungan minggu saja duplikat acara tersebut sudah muncul di TV lain. Saya ambil contoh ketika maraknya televisi mengangkat tema dunia gaib. Sebentar saja acara-acara serupa bermunculan di semua stasiun televisi. Mulai dari Dunia Gaib, Uji Nyali, Uka-uka, de el el. Kemudian saat muncul sinetron-sinetron bernuansa Islami, maka stasiun televisi berbondong-bondong membuat acara serupa. Kini stasiun televisi di negeri ini sedang keranjingan kontes-kontesan. Mulai dari AFI, Stardut, Mamamia, KDI, dan masih banyak lagi.
Tampaknya sudah tidak ada lagi ide dan kreatifitas di dunia pertelevisian kita. Bahkan acara Mamamia yang ditayangkan oleh Indosiar kini menduplikasi diri menjadi Supermama dan Superstar Show yang sebenarnya masih dalam konsep dan bahkan panggung yang sama. Tidak dapat dipungkiri, televisi dinegeri ini bernafas melalui iklan, iklan terpasang karena rating. Maka selama rating acara tersebut berada di atas, lupakanlah kreatifitas. Kalau singkong saja laku keras, buat apa jual roti?
Namun sayangnya, hal ini menimbulkan dampak yang akhirnya mempengaruhi pola pikir masyarakat. Acara-acara yang semestinya dilestarikan akhirnya ikut terbawa arus musiman. Kemana sekarang acara Da’i Cilik yang pernah ditayangkan di TPI? Atau acara-acara seperti Tolong, Rumah Idaman yang membantu kesusahan kaum papa.
Saya tidak menyayangkan bila acara tersebut sudah tidak ada. Namun yang saya sayangkan, mengapa harus ditayangkan bila tidak berkelanjutan? Bukankah hal tersebut akhirnya hanya menjadi tren populer yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Sementara moralitas hanyalah sebagai topeng kaum kapitalis. Yang sekedar menempelkan Adzan Maghrib sebagai simbol bahwa kita bangsa yang beragama. Lalu kemana adzan-adzan yang lainnya?
Dengan kalimat sederhana, pertelevisian kita saat ini tak lebih dari sebuah pabrikasi makanan cepat saji yang harus kita nikmati setiap hari suka atau tidak suka karena memang tidak ada pilihan lain.
Selamat menikmati!
PS: Bersama artikel ini saya memohon maaf kepada teman-teman latah yang dulu sering saya kerjain … Doorrrrrr!!! :D
Monday, March 3, 2008
Balada Sinema Elektronik
Hampir setiap stasiun televisi swasta menayangkan Sinetron setiap hari. Bahkan sinetron merupakan acara yang ditempatkan pada waktu - waktu utama dalam penayangannya. Yang dikenal dengan istilah Prime Time.
Dan sinetron merupakan tayangan lokal yang memiliki rating teratas di stasiun televisinya masing-masing.
Namun tahukan anda?
Dari setiap sinetron buatan lokal yang muncul di TV-TV swasta tersebut memiliki banyak persamaan. Berikut adalah beberapa persamaan dari sinetron di negeri kita.
- Isi cerita, bila kita perhatikan hampir semua sinetron di Indonesia punya cerita yang sama. Si miskin mencintai si kaya atau sebaliknya. Yang kemudian mendapat pertentangan dari pihak keluarga. Ditambah lagi orang ketiga agar cerita terkesan berat karena dibumbui konflik. Padahal ga beda jauh sama film India. (Mendingan India kalee masih ada jogednya :p)
- Alur cerita, tidak jauh berbeda dengan isi cerita. Alur cerita sinetron kita selalu itu-itu saja. Biasanya, episode-episode awal menceritakan sebuah keluarga yang bahagia, yang penuh dengan canda dan kekonyolan karakter utama. Di sekitar minggu ketiga atau keempat munculah orang ketiga yang biasanya menimbulkan konflik. Selanjutnya hilang sudah joke-joke, kekonyolan dan canda tawa. Di masa-masa ini ceritanya selalu Menangis, Menangis dan Menangis (kata Bunda Hetty).
- Status Sosial. Status karakter atau tokoh yang muncul selalu si kaya dan si miskin. Yang kaya sombong yang miskin hina. Padahal apa salahnya sekali sekali dibuat karakter yang "sudah miskin sombong lagi". Sah-sah aja kan? Memang sudah ada tokoh yang seperti saya sebutkan tadi. Tapi selalu tampil antagonis. Padahal orang sombong bisa juga jadi protagonis.
- Konflik. Kalo yang ini anda sudah pasti mengerti. Paling masalah harta tau cinta segitiga. Sudah. Itu saja.
- Tokoh. Yang saya maksud disini adalah mulai dari karakter dari para tokoh dan masalah yang dihadapinya. Bisa dibilang sinetron kita mirip Srimulat yang tokoh utamanya selalu terdiri dari majikan, anak majikan, pembantu, dan supir. Kemudian orang ketiga biasanya tamu tak diundang, copet, maling, anak tetangga atau Pak RT. Maksud saya sinetron kita menampilkan tokoh yang itu-itu saja.
- Hiperbola. Entah darimana idenya, namun bila anda perhatikan sinetron kita akhir-akhir ini sedang marak mempublikasikan "penyakit hilang ingatan". Baik itu karena kecelakaan atau hal lainnya. Namun hal tersebut cukup membuktikan keadaan sinetron kita. Yaitu Hilang Ingatan. Baik para pemain, sutradara, crew, atau produser. Semuanya sudah hilang ingatan. Semua sudah kehilangan ide dan kreatifitas. Yang mereka kejar hanyalah rating. Tidak ada lagi nilai seni yang ditampilkan. Semua menjadi hambar seperti nasi putih yang kita makan setiap hari dengan lauk yang sama. Jadi kapan kita makan nasi rames lagi?
